Edy
Tommy
Henkehens
Arifin
+
Headline News :
  • 56 menit yang lalu, WARGA SURIAH TEWAS DITEMBAK SAAT SEBERANGI PERBATASAN DARI LEBANON
  • 52 menit yang lalu, NEGARA-NEGARA TELUK KELUARKAN PERINGATAN PERJALANAN KE LEBANON
  • 34 menit yang lalu, PRESIDEN OBAMA: AS SEPAKAT GERAKAN YANG DIPERLUKAN DI SURIAH
  • 34 menit yang lalu, EMPAT RUMAH SINGA GEWEH HANGUS TERBAKAR DI KUTAI TIMUR
  • 19 May 2012, LIMA ORANG TEWAS DALAM LEDAKAN BOM DI PASAR HEWAN DI BAGHDAD
  • 19 May 2012, DUA PRAJURIT NATO TEWAS DALAM SERANGAN ROKET DI AFGHANISTAN
  • 22 jam yang lalu, TIM INDONESIA-RUSIA LANJUTKAN PENCARIAN FDR SUKHOI
  • 15 jam yang lalu, POLISI AMANKAN 10 TON BBM DIDUGA ILEGAL
INDEX

Minggu, 20 Mei 2012 07:46:35 WIB
Please Wait...

Hukum

Baasyir Diduga Terkait Bom Bunuh Diri Cirebon

 

Komhukum (Jakarta) – Menurut Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, jika dirunut ke belakang keberadaan kelompok-kelompok terorisme itu memang terkesan terpecah-pecah dan berdiri sendiri. Semenjak kejadian bom Bali I jaringan kelompok teroris seakan terpecah. Namun menurutnya, bukan berarti mereka tidak punya hubungan satu sama lain.

"Saat itu kelompok ini terpecah-pecah, ada Jamaah Islamiyah (JI), JAT (Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), NII (Negara Islam Indonesia) dan banyak kelompok lainnya. Tapi bukan berarti mereka tidak punya hubungan," ujar Ansyaad, Senin (18/4).

Ketika ditanya, soal keterlibatan Abu Bakar Baasyir, Ansyaad menilai ada keterkaitan di antara semua itu. Ia berpendapat bahwa keterlibatan Baasyir tentu tidak bisa dielakkan sebab ada keterkaitan antara jaringan-jaringan itu.

"Tentu saja, Abu Bakar Baasyir terlibat karena kelompok-kelompok ini kan tetap ada hubungannya. Kesannya mereka terpecah-pecah tetapi sebetulnya mereka tetap satu," tandasnya.

Menurut penuturan Ansyaad, yang dilakukan di Aceh adalah semacam reuni kelompok-kelompok teroris. Ia mengatakan, operasi mereka memang sendiri-sendiri tetapi ide mereka tetap satu, yaitu negara Islam.

"Tidak bisa dikatakan bahwa bom bunuh diri di Cirebon itu tidak ada hubungannya dengan jaringan teroris yang selama ini ada," paparnya.

Menurut Ansyaad, meski teror di berbagai tempat dilakukan oleh berbagai kelompok yang berbeda, namun jaringan di belakang mereka tetap sama.

"Jangan dilihat kelompok per kelompok. Kelompok kecilnya bisa berbeda, tetapi pasti ada tokoh di belakang kelompok itu yang terkait dengan jaringan induknya," ujarnya.

Tudingan itu dibantah oleh Direktur Jemaah Anshorud Tauhid  (JAT) Media Center, Sonhadi. Menurutnya, mengait-ngaitkan kasus aksi teror termasuk yang baru saja terjadi di masjid Mapolresta Cirebon dengan Abu Bakar Baasyir merupakan bagian dari pembunuhan karakter.

Sonhadi menegaskan, tak ada yang memiliki kewenangan jika setiap ada aksi teror selalu dikaitkan dengan ustadz Baasyir. "Ini semacam pembunuhan karakter," tandasnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sedang menggelar kasus Abu Bakar  Baasyir. Baasyir didakwa telah melakukan permufakatan jahat, merencanakan dan menggerakan pelatihan militer kelompok teroris di Aceh awal 2010 lalu itu. (K-2/Prima)

 

  • A
  • A
  • A
  • A
  • Post : Senin, 18 April 2011
  • Provinsi : DKI Jakarta
  • Oleh : Prima
  • Dibaca : 444

Komentar anda :

Close